BALAI PENYULUHAN PERTANIAN
KECAMATAN PAMANUKAN 

Click here to edit subtitle

Kegiatan

Kegiatan CSA SIMURP Kelompok Tani Mulya Desa Rancasari

Posted by bp3kpamanukan on May 6, 2021 at 4:25 AM Comments comments (42)

Kegiatan CSA Simurp Hari pertama di Kelompok Tani Mulya Desa Rancasari kecamatan pamanukan. 

Kegiatan diawali dengan Pembuatan dan Perakitan Alat Pembuat Pupuk Organik Cair.

Alat dan Bahan Yang dibutuhkan yaitu

Alat dan Bahan :

Ember 80 Liter 2 Buah

Drat 1/2" 1 Buah

Stop Kran 1/2"

Arang 2 Bungkus


Waterculture, Kunjungan dan Koordinasi Desa 4 Februari 2021

Posted by bp3kpamanukan on February 4, 2021 at 5:50 AM Comments comments (0)


Kegiatan Pada Hari Kamis 4 Februari 2021

1. Perkenalan PPL Desa Pamanukan Hilir Imam Syarifudin Hidayat Ke Perangkat Desa Pamanukan Hilir dilanjutkan dengan Kunjungan ke Rumah Ketua Kelompok Tani Layapan Pak Pedrik

2. Kunjungan Penyuluh Pertanian Desa Mulyasari Fenty Nurlaraswati Bersama dengan POPT Kecamatan Pamanukan Irma Rosmala P Ke Ketua Kelompok Tani Bantaran Bapak Kasri 

3. Pemeliharaan Ikan Budidaya Lele di dalam Terpal di Kebun Kawasan Urban Farming BPP Pamanukan

4. Pembuatan Waterculture / Hydroculture (Kultur Air) dengan Pemanfaatan bakteri / Mikroba untuk Instalasi Aquaponik Budikdamber 

5. Persemaian Kangkung untuk Keperluan Budikdamber

Musrenbang Desa

Posted by bp3kpamanukan on January 27, 2021 at 8:15 AM Comments comments (0)



Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau disingkat Musrenbang. Musrenbang Desa adalah forum rembug warga desa yang dilakukan untuk membicarakan masalah dan potensi desa agar teridentifikasi dengan baik untuk memberikan arah yang jelas atas tindakan yang layak menurut skala prioritas dan dilaksanakan dalam mengatasi masalah atau memaksimalkan potensi yang dimiliki sebagai dasar program kerja pemerintah desa melaksanakan penganggaran dan kegiatan tahunan desa Dilaksanakannya model perencanaan partisipatif di tingkat desa yang melibatkan semua komponen masyarakat, lembaga kemasyarakatan, swasta dan pemerintah desa/lembaga pemerintah lainnya yang ada di desa.

Bagi Aparatur Pemerintah dari level desa sampai pemerintah pusat, awal tahun berarti siap melaksanakan perencanaan yang dibuat pada tahun sebelumnya dan harus memulai membuat perencanaan tahun mendatang.

Penyuluh Pertanian di desa yang sangat akrab dengan alat perencanaan metode penilaian partisipatif kondisi pedesaan (participatoryruralappraisal-pra) dan metode cepat penilaian kondisi pedesaan (rapidrural appraisal-rra), menganalisis mata pencaharian, menyiapkan peta umum wilayah, peta khusus (topikal dan tematik), peta sub topikal, transek, sketsa kebun, kalender musim menjadikan kapasitas penyuluh turut meningkat sejalan dengan strategi pembangunan pertanian melalui sistem usaha agribisnis seperti yang diamanatkan didalam UU SP3K ps 1 yaitu kemampuan dalam mempersiapkan dan menyampaikan materi penyuluhan dalam berbagai bentuk yang meliputi teknologi, rekayasa sosial, manajemen, informasi, ekonomi, hukum, dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu Penyuluh Pertanian ikut terlibat dalam rencana kerja pembangunan (Musrenbang-desa), penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBD-Desa) serta menyusun studi kelayakan BUM-Desa.

Kegiatan Musrenbang di Kecamatan Pamanukan dilaksanakan Selama dua hari berturut-turut dimana dalam satu hari, dilaksanakan empat Musrenbang Tingkat Desa.Pda Musrenbang Hari pertama Jam 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB Musrenbangdes Dilaksanakan di Desa Rancasari diikuti Oleh Penyuluh Desa Rancasari yaitu M Aditya Nugraha dan Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Ayit Gurnita dan Desa Lengkongjaya diikuti oleh Aviv Ayun Priyono. Termen Kedua pukul 13.00 WIB Musrenbangdes dilaksanakan di Desa Mulyasari diikuti Oleh Fenty Nurlarasati dan Desa Pamanukan Hilir diikuti oleh Imam Syarifudin Hidayat.

Musrenbang Hari Kedua dilaksanakan di empat desa, yaitu Desa Rancahilir dan Desa Bongas diikuti Oleh Tuti Mulyana dan Eri Erdiansyah, Desa Pamanukan diikuti Oleh Imam Syarifudin Hidayat terakhir desa Pamanukan Sebrang diikuti Oleh Karmin.

Beberapa Program yang diajukan Meliputi Kegiatan-kegiatan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian yang Berbentuk Pelatihan-pelatihan dan Sekolah lapang.

Pengenalan CPNS Penyuluh Pertanian ke Poktan Wilbinsus

Posted by bp3kpamanukan on January 25, 2021 at 8:05 AM Comments comments (0)
Kegiatan CPNS Pengenalan Penyuluh Pertanian ke Wilbinsus Kecamatan dilaksanakan menjadi 3 tim, Pertama yaitu Eri Erdiansyahdidampingi oleh Tuti Mulyana melaksanakan Pengenalan Wilayah ke Desa Bongas dan Desa Rancahilir, Pengenalan Dilakukan ke Balai Desa Bongas, Balai Desa Rancahilir dan Kelompok Tani Darsa di Desa Rancahilir. tim kedua yaitu Fenty Nurlaraswati didampingi oleh Aviv Ayun Priyono melaksanakan Pengenalan Wilayah ke Desa Mulyasari. Pengenalan dilakukan ke Gapoktan Mulya Tani, Poktan Bantaran dan Kelompok Tani Ternak Mulya Santosa. Tim ketiga yaitu Imam Hidayat Syarifudin didampingi oleh M. Aditya Nugraha Melaksanakan Pengenalan ke Desa Pamanukan dan Pamanukan Hilir, Pengenalan diawali dengan kunjungan Ke Poktan Pintu I, Kemudian Gapoktan Tina Tani desa Pamanukan, kemudian dilanjutkan dengan Kunjungan ke Gapoktan Karya Tani Sejahtera Desa Pamanukan Hilir.
Kegiatan ini dilaksanakan agar para Penyuluh baru dapat mengenal Kelompok Tani dan Gapoktan di Wilayah Binaan Khusus masing-masing sebelum melakukan Identifikasi Potensi Wilayah Binaan Masing-masing

Penerimaan CPNS Penyuluh Pertanian BPP Pamanukan

Posted by bp3kpamanukan on January 20, 2021 at 5:55 AM Comments comments (0)

Pada Hari Ini Rabu 20 Januari 2021 Telah Bertambah keluarga Besar BPP Kecamatan Pamanukan, Penambahan 3 Orang Penyuluh Pertanian yang berasal dari Kuningan, Purwakarta dan Kabupaten Banyumas.

Kegiatan dimulai dengan perkenalan diri, pengenalan Bangunan BPP dan Pengenalan Wilayah Kecamatan Pamanukan, selain itu CPNS juga Membantu merakit Instalasi Hidroponik dan Akuaponik.




SIMURP DAY 3

Posted by bp3kpamanukan on December 3, 2020 at 10:05 PM Comments comments (0)



Pada hari ketiga materi yang disampaikan adalah

1. PHT berbasis CSA

2. Perbanyakan Paeny Bacillus Polimyxa

3. Pembuatan PGPR

4. Pembuatan pestisida nabati

5. Panen dan pasca panen

6. Kunjungan lapang

7. Postest dan RTL

Pengendalian Hama Terpadu merupakan upaya pengendalian hama secara hayati. PHT mengedepankan penggunaan musuh alami untuk mengendalikan hama. Penggunaan pestisida kimia hanya digunakan sebagai alternative terakhir. Salah satu kunci sukse dari PHT adalah kemampuan petani untuk melakukan pengamatan berkala di lahan. Dengan pengamatan berkala maka petani mampu untuk mengidentifkasi jenis hama penyakit dan tahu cara penanggulanganya.

Petani diajarkan untuk melakukan perbanyakan Paeny Bacillus Polimyxa. Kegunaan dari Paeny Bacillus Polimyxa adalah mengendalikan penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB). Penyakit HDB merupakan penyakit utama dalam tanaman padi. Aplikasi Paeny Bacillus Polimyxa cukup mudah. Bakteri Paeny Bacillus Polimyxa yang sudah di perbanyak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Selain pembuatan Paeny Bacillus Polimyxa, petani juga di perkenalkan cara pembuatan PGPR (Plant Grow Promotion Rhizobacterium). Rhizobakteri merupakan jenis bakteri yang hidup secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat baik. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhanya. Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga. Fungsi lainnya yaitu sebagai tambahan bagi kompos dan mempercepat proses pengomposan. PGPR juga dapat berperan sebagai bakteri pengurai Phospate. Pada bagian praktik petani diajarkan untuk membuat PGPR dengan bahan akar bambu.

Praktik pembuatan pestisida nabati (Pesnab) meliputi perkenal bahan pembuatan pesnab dan cara pembuatanya. Bahan pesnab merupakan bahan yang banyak di temui di sekitar lingkungan petani. Kelemahan dari pesnab adalah tidak mampu disimpan dalam jangka waktu lama. Bahan yang digunakan untuk pesnab adalah daun mindi dan bawang putih. Daun mindi berfungsi untuk mengendalikan wereng dan jenis kutu-kutuan, sedangkan bawang putih berfungsi untuk mengendalikan jamur.

Materi panen dan pasca penen diisi dengan pengenalan alat mesin pertanian. Mekanisasi pertanian merupakan sebuah keniscayaan mengingat semakin berkurangnya tenaka kerja bidang pertanian. Mesin yang di perkenelkan antara lain, combine harvester, dan plant tranplanter. Penggunaan mesin pertanian bertujuan untuk menekan kehilangan hasil dan biaya produksi.

Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan melakukan post test. Berdasarkan hasil post test menunjukan bahwa semua petani mengalami kenaikan nilai bila dibandingkan saat pre test. Artinya materi yang disampaikan selama TOF dapat diterima dengan baik. Beberapa petani bahkan mengalami kenaikan nilai yang sangat signifikan.


SIMURP DAY 2

Posted by bp3kpamanukan on December 3, 2020 at 10:05 PM Comments comments (0)


Materi yang disampaikan pada hari kedua meliputi :

1. Varietas adaptif

2. Penanaman jarwo 4:1

3. Penyiangan dan penyulaman

4. Penyulaman dan pemupukan susulan

5. Emisi gas rumah kaca

6. Pengairan intermiten

7. Praktik AWD dan BWD

Varietas adaptif yang diperkenalkan adalah varietas yang adaptif terhadap cekaman lingkungan abiotic. Pada materi ini diperkenalkan varietas toleran kekeringan (Inpari 39), tolerang genangan (Inpari 30), toleran naungan (Rindang 2) dan toleran salinitas (Inpari 35). Varietas mempunyai peranan penting dalam meningkatkan produksi tani. Pengetahuan akan masing – masing varietas sangat bermanfaat bagi petani untuk menentukan varietas mana yang sesuai dengan kebutuhan di wilayahnya.

Penanaman jarwo 4:1 merupakan upaya peningkatan produksi pertanian melaluinpendekatan budidaya. Berdasarkan hasil penelitian, system jajar legowo terbukti dapat meningkatkan padi. Tipe system jarwo 4:1 dipipih untuk diterapkan karena bisa meningkatkan produksi padi, mengurangi gas metan, mempermudah pemeliharaan dan memudahkan pengendalian hama dan penyakit.

Materi berikutnya adalah penyiangan dan penyulaman. Penyiangan bertujuan untuk mengurangi kompetisi antara tanaman utama dengan gulma, sedangkan penyuluman bertujuan untuk mempertahankan populasi tanaman yang mati akibat serangan hama atau yang lainya. Kebanyakan dari petani menggunkan pestisida untuk mengendalikan populasi gulma. Pengendalian dengan herbisida menyebabkan gulma menjadi kebal dan semakin sulit untuk di kendalikan. Petani disarankan untuk menggunakan system mekanik dalam pengendalian gulma.

Pemupukan susulan dilakukan selama 2- 3 kali. Pemupukan maksimal dilaksanakan saat tanaman berumur 34 hari setelah tanam. Pemupukan susulan ini berguna untuk mendukung proses pertembuhan tanaman selama masa vegetative. Dosis pemupukan sesuai dengan pengukuran menggunakan Bagan Warna Daun (BWD). Rekomendasi dari BWD akan digunakan sebagai patokan pemberian dosis pupuk.

Materi gas rumah kaca membahas bagaimana cara terbentuknya gas rumah kaca di atmosfer. Menerangkan kepada petani tentang akibat dari gas rumah bagi pertanian. Gas rumah kaca akan menyebabkan perubahan iklim global dan akan mempengaruhi pola budidaya yang akan dilakukan kepada petani. Contoh perubahan iklim yang dirasakan petani adalah perubahan musim kemarau dan hujan yang tidak menentu. Pada musim kemarua sering terjadi puso karena kekeringan, sebaliknya pada musim hujan terjadi gagal panen karena banjir.

Pengairan intermiten membahas tentang upaya pertanian hemat air. Dengan pengairan intermiten diharapkan luas tanam dapat bertambah. Selain hemat air, irigasi secara intermiten ternyata mampu meningkatkan produksi padi, penyebabnya adalah aerasi dalam tanah lebih bagus sehingga tanaman mampu melakukan penyerapan unsur hara secara optimal. Kendala yang dihadapi petani adalah pertumbuhan gulma yang meningkat. Cara mengatasi gulma adalah dengan menggunakan pengendalian secara mekanik.

Salah satu komponen penting dalam pengairan intermiten adalah pemasangan AWD (Alternate Wetting Drying). Peralatan AWD berfungsi untuk mengontrol ketinggian muka air. Dengan menggunakan AWD petani bisa menentukan kapan harus melakukan pengairan secara tepat. Pemasangan AWD sebaiknya dilakukan pada awal musim, saat pengolahan tanah.

 


SIMURP DAY 1

Posted by bp3kpamanukan on December 3, 2020 at 10:00 PM Comments comments (0)


Hari pertama dimulai dengan registrasi peserta dilanjutkan dengan pembukaan, pengantar CSA dan dinamika kelompok. Pada sesi dinamika kelompok peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Masing – masing kelompok mempunyai anggota sebanyak 6 orang. Tujuan dari pembagian kelompok adalah agar peserta menjadi saling kenal dan memudahkan saat pembelajaran terutama ketika menyampaikan materi terkait praktik.

Setelah dinamika kelompok peserta melakukan pre test. Dalam pengerjaan pre test peserta menggunakan metode ballot box. Pemilihan metode ballot box bertujuan agar peserta pelatihan lebih aktif dan memberikan kesan yang mendalam terhadap materi yang akan disampaikan. Jumlah soal yang dikerjakan oleh peserta adalah 21 nomor. Dalam pre test ini ingin mengetahui seberapa besar pengetahuan peserta terhadap konsep CSA sebelum diadakan pelatihan.

Materi pertama yang disampaikan adalah pengelolaan daerah irigasi. Pemateri dari Perum Jasa Tirta (PJT) seksi Binong. Materi yang disampaikan adalah pengenalan daerah – daerah irigasi di kecamatan pamanukan. Sebagian besar daerah irigasi di Kec. Pamanukan masuk dalam irigasi sekunder dan tersier.

Pengolahan tanah berbasih CSA disampaikan setelah materi pengelolaan daerah irigasi. Materi pengolahan tanah berbasis CSA terbagi dalam 3 bagian. Bagain pertama adalah pengenalan kalender tanam (KATAM), bagian kedua PUTS dan bagian ketiga pupuk organic. Pengenalan KATAM mengajak petani untuk mempraktekan secara langsung bagaimana cara mengakses KATAM, baik melalui HP jadul, Android maupun PC. Melalui KATAM akan banyak informasi yang diperoleh petani, salah satunya adalah kapan jadwal tanam akan dilaksanakan dan rekomendasi varietas yang diperlukan. Sesi selanjutnya adalah pngenalan PUTS dan cara menggunakanya. Kepanjangan dari PUTS adalah Perangkat Uji Tanah Sawah. Dalam PUTS dapat digunakan untuk mengukur kadar NPK dan pH tanah sawah. Dengan mengetahui kondisi hara tanah sawah maka petani dapat menggunakan pupuk sesuai dengan dosis yang diperlukan. Pengetuhan akan pH sangat penting karena pH mempengaruhi ketersediaan unsur hara dalam tanah. Hasil pengujian tanah sawah ,menunjukan bahwa kandungan Nitrogen rendah, Kalium sedang dan Phospat tinggi. Pengukuran pH menunjukan 6 – 6,5.

Pupuk organic berguna untuk memperbaiki struktur fisika, kimia dan biologi tanah. Aplikasi pupuk organik dilakukan pada awal musim tanam. Praktik yang dilakukan adalah pembuatan pupuk organik padat dan organik cair. Petani terlibat langsung dalam pembuatan praktik organik, petani diharapkan mampu membuat pupuk organic secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimiliki. Bahan – bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organic antara lain jerami, dedak halus, bakteri pengurai (EM4), kotoran kambing. Apabila petani menggunakan pupuk organic secara berkelanjutan maka kesehatan tanah akan terjaga. Kelebihan lain dari pupuk organic adalah dapat menghemat penggunaan pupuk kimia sehingga biaya produksi dapat ditekan.

Seleksi benih dan persemain dapog dilaksanakan dengan metode praktik. Praktik seleksi benih menggunakan bahan telur dan larutan garam. Seleksi benih bertujuan mendapatkan benih yang bernas dan baik. Benih dengan kualitas jelek akan terseleksi. Ciri benih yang jelek adalah mengapung pada saat dimasukan dalam larutan garam

 


Preparation SIMURP

Posted by bp3kpamanukan on December 3, 2020 at 10:00 PM Comments comments (0)

Kegiatan Lomba Tumpeng 17 Agustus 2019

Posted by bp3kpamanukan on June 5, 2020 at 3:05 AM Comments comments (0)

Lomba Tumpeng tingkat Kecamatan Pamanukan